
Seperti dilansir Reuters, Senin (26/8), pemakaman jenazah Esormusor dihadiri ratusan orang. Keluarga mendiang menyatakan sudah mengirim surat langsung kepada Prayuth supaya mengusut dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh tentara Thailand.
Esormusor mengembuskan napas terakhir pada Minggu (25/8) kemarin saat dalam perawatan di Rumah Sakit Songlanagarind. Dia mengalami infeksi radang paru-paru dan sepsis.
Sebelum tutup usia, Esormusor ditangkap aparat dan diinterogasi pada 21 Juli lalu. Tuduhannya adalah dia diduga terlibat kegiatan pemberontak.
Esormusor lantas dikabarkan pingsan saat diperiksa, kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat, dengan diagnosa otaknya dipenuhi cairan.
Dalam surat itu, keluarga Esormusor meminta keadilan dan menyatakan mendiang tidak terlibat kegiatan pemberontak.
Militer Thailand menyangkal tuduhan penyiksaan terhadap Esormusor. Mereka meminta masyarakat bersabar dan menunggu hasil penyelidikan.
"Perbuatan kami tetap berpatokan bahwa seluruh masyarakat Thailand tidak untuk saling membunuh," kata juru bicara satuan tugas gabungan Thailand, Pramote Prom-in.
Kelompok oposisi sudah berencana mempertanyakan kasus Esormusor kepada pemerintah dalam sidang di parlemen. Sedangkan kelompok pegiat hak asasi manusia mencurigai kekerasan yang dilakukan oleh aparat militer yang menggelar operasi melawan milisi di selatan negara itu.
Konflik di kawasan selatan Thailand, yang sebagian besar penduduknya adalah etnis Melayu yang memeluk Muslim sudah terjadi sejak 2004. Hingga saat ini tercatat pertikaian berdarah itu sudah menelan korban hingga 7000 nyawa. (ayp/ayp)
from CNN Indonesia https://ift.tt/341ABfp
via IFTTT
No comments:
Post a Comment