
Dilansir asiaone, Senin (26/8), jasad korban ditemukan dengan leher terlilit handuk. Peristiwa itu diketahui setelah ayah mendiang mencurigai anaknya yang tidak kunjung keluar dari kamar mandi selama 30 menit, pada Sabtu (24/8) pagi waktu setempat.
Asisten Komisioner Kepolisian Kota George Town, Che Zaimani Che Awang, menyatakan ayah korban telah mencoba melakukan pertolongan pertama dengan resusitasi paru-paru (CPR) ketika menunggu datangnya ambulans.
"Anak tersebut dibawa ke Rumah Sakit Penang tetapi ia meninggal di dalam perjalanan," ujarnya.
"Remaja tersebut diketahui tidak tertarik belajar. Dia mengeluhkan tugas sekolah yang terlalu banyak," tambahnya.
Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://ift.tt/2JhDqmc, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://ift.tt/2sJNKbg. (fls/ayp)
from CNN Indonesia https://ift.tt/33WfhYS
via IFTTT
No comments:
Post a Comment