
Dikutip dari AFP, menurut laporan petugas berwenang pelaku bernama Angela Phakhin itu sengaja membunuh putrinya guna mengusir makhluk halus dari tubuh sang anak.
Phakhin telah dinyatakan bersalah sejak Juni lalu atas dakwaan pembunuhan tingkat pertama terhadap putrinya, Maiya. Kemudian, kantor kejaksaan wilayah Sacramento baru menjatuhkan hukum terhadap Phakhin pada Jumat (19/7).
Tak hanya Phakhin, tunangannya yang bernama Untwan Smith juga didakwa karena ikut terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Hingga kini, Smith sedang menunggu untuk menjalani persidangan.
Phakhin dan Smith diketahui pindah dari Arkansas ke California sejak Februari 2016. Pihak berwenang juga menginformasikan bahwa selama di California, mereka tinggal di dalam mobil.
Selama dua pekan di bulan Juni 2017, mereka membiarkan Maiya berada dalam kondisi dengan suhu panas yang ekstrem. Kemudian, dalam suatu kesempatan, Maiya dibiarkan berada di dalam mobil selama empat setengah jam. Perlakuan ini pun terus berlangsung di hari berikutnya, di mana Maiya ditinggalkan di dalam mobil selama sembilan setengah jam yang berujung pada kematiannya.
"Phakhin telah diperingati berulang kali untuk melindungi Maiya dan (Phakhin) telah dinasihati untuk membawanya ke tempat berlindung dengan suhu dingin, tapi ia tidak menerima peringatan tersebut," kata jaksa penuntut.
"Usai tewasnya Maiya, Phakhin mengatakan kepada penegak hukum bahwa dirinya dan Smith mencoba untuk mengusir makhluk halus dari (tubuh) Maiya."
Maiya yang dinyatakan tewas di tempat kejadian, ditemukan di kursi belakang mobil dengan kondisi sedang diselimuti.
Phakhin dan Smith ditangkap pada 28 Juni 2017 di Rancho Cordova, kawasan utara San Fransisco. Keberadaan mereka diketahui setelah pihak kepolisian menemukan mobil SUV milik keduanya parkir dengan cara yang salah.
Kepolisian kemudian melakukan pencarian terhadap mobil itu setelah melakukan pemeriksaan yang menunjukkan Smith sempat menerima surat perintah penangkapan ketika masih tinggal di Arkansas. (ajw/dea)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2YgHJ7Z
via IFTTT
No comments:
Post a Comment