Pages

Tuesday, July 30, 2019

Ribuan Ayam Ternak di Inggris Mati akibat Kepanasan

Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan ayam di peternakan Moy Park, Irlandia Utara ditemukan mati akibat gelombang panas yang terjadi pekan lalu di wilayah Inggris.
 
Peternakan yang disokong jaminan peternakan terkemuka Red Tractor, merupakan satu di antara 15 perusahaan makanan terbaik di Inggris yang menyuplai daging kepada sejumlah pasar swalayan terbesar di Inggris, seperti Tesco, Sainsbury dan Ocado.
 
Hingga Jumat (26/7), sejumlah pegawai juga terlihat tengah menimbun bangkai-bangkai ayam di luar kandang ternak.
 
Dilansir The Independent, insiden ini bermula ketika gelombang panas melanda wilayah Inggris hingga mencapai suhu lebih dari 38 derajat Celcius pada Kamis (25/7). Akibatnya, sejumlah unggas di peternakan di daerah Lincolnshire mati karena kepanasan di dalam kandang.
 
Para pegawai di peternakan Moy Park mengatakan, "Kami mencoba melakukan semuanya tapi tidak ada yang bisa kami lakukan. Cuaca ekstrem yang melakukan hal ini kepada mereka (unggas)."

 [Gambas:Video CNN]

"Sangat berat mengangkut unggas-unggas itu keluar dari peternakan selama beberapa hari ini. Para aktivis hewan tidak berpikir kalau kami peduli dengan mereka (unggas), tapi kami sangat peduli," ujarnya.
 
Melihat insiden tersebut, Philip Lymbery selaku kepala eksekutif dari organisasi kesejahteraan hewan ternak, Compassion in World Farming menyampaikan kritiknya melalui Twitter.

"Ini tidak bisa diungkapkan dengan kat-kata. Mereka (unggas) pasti sangat menderita. Peternakan intensif bagi hewan harus dihentikan," kata Lymbery.
 
"Tidak ada alasan. Teknologi ada untuk mendinginkan bangunan seperti ini, untuk menjaga bagian di dalamnya berada pada suhu yang nyaman ... Ya, itu akan memakan biaya, tapi saya kira para konsumen akan membayar lebih daripada melihat cerita seperti ini," ujar dia.
 
Peternakan dengan sistem intensif seperti yang dilakukan di Moy Park cenderung mengandangkan ternak. Sistem pemeliharaan seperti ini kerap mengakibatkan hewan ternak menghabiskan hampir seluruh waktunya di dalam kandang.
 
Menanggapi insiden ini, Compassion in World Farming mengatakan sebagian besar ayam ternak dikurung di dalam gudang industri yang tandus, sehingga unggas-unggas akan terkena suhu panas.
 
"Itu akan sangat panas di dalam kandang, apalagi ketika musim panas. Jika sistem ventilasi tidak bekerja, ribuan unggas dapat mati akibat tekanan panas," ujar organisasi tersebut.
 


Menerima segala kritik tersebut, juru bicara peternakan Moy Park berdalih, "Kami sedang bekerjasama secara erat dengan rekan kami guna mengawasi situasi dan (kami) telah menerapkan prosedur untuk melindungi ternak kami dari gelombang panas yang ekstrem."
 
Juru bicara tersebut juga tidak menyebutkan jumlah pasti unggas yang mati tersebut.
 
Sementara, juru bicara British Poultry Council mengaku tidak mengetahui adanya kasus kematian hewan massal yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.

Menurut dia, para peternak telah menerapkan panduan kerja terbaik dari Red Tractor, termasuk menyediakan ventilasi tambahan dan sistem pengatur suhu, serta menjadi lebih waspada.
 
"Kesejahteraan hewan menjadi prioritas utama kami dan kami mewajibkan semua peternakan unggas untuk disertifikasi guna melakukan semua yang mereka bisa untuk melindungi ternaknya. Rekor suhu pekan lalu menjadi tantangan besar bagi ternak, hewan peliharaan dan manusia," kata juru bicara Red Tractor.
 


Pihaknya juga mengatakan bahwa mereka akan bekerjasama dengan industri perunggasan guna mengurangi dampak buruk dari cuaca ekstrem di peternakannya. (ajw/dea)

Let's block ads! (Why?)



from CNN Indonesia https://ift.tt/2SQD1sc
via IFTTT

China Klaim Bebaskan Sebagian Besar Tahanan Kamp Xinjiang

Jakarta, CNN Indonesia -- China mengklaim sudah membebaskan sebagian besar orang dari kamp-kamp di Xinjiang, di mana sejumlah kelompok minoritas Muslim dilaporkan ditahan dan didoktrin ajaran komunisme.

"Sebagian besar orang yang sudah menerima pelatihan edukasi telah kembali ke masyarakat dan pulang," ujar wakil pemimpin Xinjiang, Alken Tuniaz, sebagaimana dikutip AFP, Selasa (30/7).

Ia kemudian berkata, "Sekarang ini, kebanyakan dari mereka sudah menyelesaikan studi dan mendapatkan pekerjaan."

Sempat menampik keberadaan kamp tersebut, China akhirnya mengakui bahwa mereka menahan jutaan warga minoritas Muslim, terutama dari komunitas Uighur, untuk mengikuti "program re-edukasi."

Pemimpin Xinjiang, Shohrat Zakir, mengatakan bahwa ada tiga topik penting yang diajarkan di kamp tersebut, yaitu hukum China, bahasa Mandarin, dan "makna agama yang sesungguhnya."

"Kami mengajarkan mereka bagaimana caranya melakukan aktivitas keagamaan yang normal, yang dilindungi oleh hukum," ujar Shohrat.

Namun, sejumlah warga yang pernah ditahan di kamp itu mengaku dipaksa untuk menanggalkan kepercayaan Islam mereka. Mereka juga dilarang mengikuti tradisi dalam ajaran Islam, seperti memanjangkan janggut.

Let's block ads! (Why?)



from CNN Indonesia https://ift.tt/2OogILN
via IFTTT

Gelombang Panas Landa Jepang, 11 Orang Tewas

Jakarta, CNN Indonesia -- Musim panas ekstrem yang melanda Jepang sepekan terakhir dilaporkan telah merenggut 11 nyawa dan menyebabkan 5.664 orang masuk rumah sakit dengan gejala dehidrasi.

Salah satu yang meninggal dilaporkan merupakan seorang penampil di sebuah taman hiburan di Osaka berusia 28 tahun. Korban dikabarkan pingsan setelah melakukan geladi bersih pada Minggu malam.

Akibat insiden itu, operator taman hiburan tersebut membatalkan seluruh pertunjukan kostum selama musim panas ini.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat suhu tertinggi Tokyo pada Selasa (30/7) mencapai 35,4 derajat celcius. 

Selain Tokyo, Kota Tajimi di Prefektur Gifu, Kota Kyoto, dan Kota Hatoyama di Prefektur Saitama juga menjadi wilayah terpanas di Jepang, di mana suhu pada siang hari ini masing-masing mencapai suhu 37,1 derajat celcius, 36,8 derajat celcius, dan 36,6 derajat celcius.

Prakiraan cuaca pekan ini juga menunjukkan suhu tertinggi pada siang hari bisa mencapai 35 derajat celcius di sejumlah kota metropolitan, yakni Kyoto, Osaka, Nagoya, Hiroshima, dan Fukuoka.

JMA mendesak warga Jepang untuk tetap terhidrasi dengan meminum air cukup, serta membawa payung atau topi setiap bepergian untuk mengurangi bahaya paparan sinar matahari.

Lembaga itu juga menyerukan masyarakat untuk mengatur suhu pendingin udara dan memastikan ventilasi udara yang baik.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang juga telah memperingatkan bahwa kondisi panas ekstrem ini akan menjadi hal yang biasa jika tidak ada tindakan segera untuk mengurangi dampak pemanasan global.

Berdasarkan simulasi yang dilakukan Institut Penelitian Meteorologi JMA, suhu musim panas Jepang di Tokyo diperkirakan mencapai 43,3 derajat celcius pada 2100 mendatang. (rds/has)

Let's block ads! (Why?)



from CNN Indonesia https://ift.tt/2OrFoDp
via IFTTT