
"Melanjutkan kesepakatan kerja sama ini, yang diteken untuk memfasilitasi pertukaran informasi sensitif militer antara kedua negara, tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional kami," ucap seorang pejabat keamanan nasional Kantor Kepresidenan Korsel, Kim You-geun, Kamis (22/8).
Pemerintahan Presiden Moon Jae-in membatalkan perjanjian kerja sama General Security of Military Information Agreement (GSOMIA) itu setelah Jepang menghapus Korsel dari "daftar putih" negara yang bisa menikmati fasilitas kontrol ekspor minimum.
Kim mengatakan Tokyo mengambil langkah tersebut dengan alasan isu keamanan dan kehilangan kepercayaan terhadap Seoul "tanpa alasan dan bukti yang kuat."
"Ini menyebabkan ada perubahan mendasar pada kerja sama pertahanan," ucap Kim seperti dikutip AFP.
"Uji coba rudal berulang kali Korut mengancam keamanan nasional dan kerja sama antara Korsel-Jepang, bahkan dengan AS. Ini sangat krusial. Kami mendesak mereka (Korsel) untuk membuat keputusan yang bijak," tutur Iwaya seperti dikutip Reuters.
Keputusan Seoul mengakhiri GSOMIA menandai titik terendah relasi Jepang-Korsel. Kedua negara kembali bersitegang sejak beberapa bulan terakhir menyusul kebijakan Perdana Menteri Shinzo Abe yang menetapkan pembatasan ekspor bahan baku ponsel pintar ke Negeri Ginseng.
Pembatasan ekspor itu disebut akan mempengaruhi perusahaan raksasa teknologi Korsel, seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan LG Electronics, hingga pasar teknologi global.
Kebijakan tersebut muncul setelah pengadilan Korsel memerintahkan perusahaan-perusahaan Negeri Sakura untuk memberikan kompensasi kepada warganya yang menjadi korban perang kerja paksa di masa kolonialisme Jepang.
Jepang menolak permintaan Korsel itu dan bahkan mengajukan persoalan tersebut ke arbitrase.
Sejarah kolonialisme Jepang terhadap Korsel di masa Perang Dunia II memang kerap menjadi batu ganjalan relasi kedua negara.
Kemarin, Korsel bahkan mengakui bahwa pembatasan ekspor Jepang ke negaranya disebabkan oleh "sengketa sejarah." (rds/has)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2PkiuOS
via IFTTT
No comments:
Post a Comment