
"Imperialisme AS merasa putus asa karena kekalahannya di Venezuela," ujar Maduro dalam pidatonya yang disiarkan melalui radio dan televisi, seperti dilansir AFP pada Kamis (24/7).
Maduro mengklaim jaringan listrik di Venezuela sudah puluhan kali disabotase dalam kurun empat bulan belakangan. Namun, dia tidak memberikan bukti.
Pemadaman listrik ini juga mengakibatkan kekacauan di jalan-jalan ibukota Caracas karena tidak berfungsinya lampu lalu lintas. Tak hanya itu, banyak warga dan para pekerja yang terpaksa berjalan kaki sepulang kerja karena kereta listrik yang biasa mereka tumpangi berhenti beroperasi.
Sementara itu, Juan Guaido yang mengklaim sebagai presiden sementara oleh lebih dari 50 negara, termasuk AS, turut angkat bicara terkait insiden pemadaman listrik tersebut.
Pemerintah setempat melaporkan bahwa hingga Selasa (23/7), jaringan listrik di sebagian besar wilayah Venezuela telah mengalami pemulihan. Namun, informasi tersebut dibantah oleh Juan Guaido yang mengatakan bahwa ada 16 dari 23 negara bagian Venezuela yang masih mengalami pemadaman sebagian. Ia juga menyalahkan kepemimpinan Maduro saat ini atas insiden pemadaman listrik tersebut.
"Mereka (rezim Maduro) telah menghancurkan sistem listrik dan mereka tidak memiliki jawaban apapun (terkait insiden)," kata Guaido.
Sedangkan, para ahli menganggap akar permasalahan dari pemadaman listrik yang kerap terjadi di Venezuela adalah akibat kurangnya investasi, pengelolaan yang buruk, kurangnya personel teknisi yang cakap, serta maraknya kasus korupsi. (ajw/ayp)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2K0Qtpn
via IFTTT
No comments:
Post a Comment