
Seperti dilansir Reuters, Kamis (25/7), PLTN Daini juga sebenarnya nyaris rusak akibat gempa delapan tahun silam. Namun, perangkat pendingin reaktor saat itu masih berfungsi dengan menggunakan tenaga cadangan.
Presiden TEPCO, Tomoaki Kobayakawa, menyatakan akan bertemu dengan gubernur Fukushima untuk menyampaikan rencana itu. Setelah itu dewan komisaris bakal memutuskan rencana penutupan itu dalam rapat.
Dengan keputusan menutup PLTN Daini, kini TEPCO hanya punya satu pembangkit listrik bertenaga nuklir yakni Kawazaki Kariwa. Namun, fasilitas itu kini juga sedang diperbaiki untuk menyesuaikan standar keamanan baru berkaca dari insiden PLTN Daiichi. Di sisi lain, penduduk setempat menolak jika PLTN itu dioperasikan kembali.
Saat ini ada 33 PLTN yang masih beroperasi di seantero Jepang. Padahal sebelum gempa dan tsunami pada 2011 tercatat ada 54 PLTN.
Gempa Lindu juga merusak sistem pendinginan enam reaktor PLTN Daiichi dan membuat seluruhnya meleleh sehingga radiasi menyebar. Akibat kejadian itu, 152 penduduk terdampak radiasi nuklir.
Lebih dari 160 ribu orang mengungsi akibat bencana nuklir terburuk dalam seperempat abad terakhir. (ayp)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2y8arZT
via IFTTT
No comments:
Post a Comment