
"Tampaknya ada beberapa pihak di Eropa yang belum juga tersadar sampai rudal nuklir Iran mendarat di tanah Eropa. Pada saat itu, sudah terlambat," kata Netanyahu dalam sebuah video yang diunggah di akun Twitter-nya, Selasa (16/7).
Rapat darurat itu digelar setelah Iran melanjutkan program nuklirnya dengan melakukan pengayaan uranium di atas batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam perjanjian The Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
Iran memutuskan melanjutkan program nuklirnya sebagai bentuk protes terhadap sanksi yang kembali dijatuhkan Amerika Serikat. Di sisi lain, Iran sebenarnya disebut mematuhi JCPOA.
Netanyahu telah lama mendukung Trump menjatuhkan kembali sanksi dan sejumlah tindakan tegas lainnya terhadap Iran, musuh bebuyutan Israel di kawasan. Ia juga merupakan pendukung utama AS untuk menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 itu.
Israel selama ini mengancam mengambil tindakan militer untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Tel Aviv bahkan bersedia mengambil langkah militer untuk membela AS jika di kemudian hari terjadi konfrontasi antara Washington dan Teheran di Timur Tengah.
Pekan lalu, Netanyahu mengancam bahwa jet-jet tempur Israel "bisa mencapai wilayah mana saja di Timur Tengah, termasuk Iran." (rds/has)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2xP4kcJ
via IFTTT
No comments:
Post a Comment