
Seperti dilansir MalayMail, Rabu (24/7), sejumlah nelayan dan pemilik kapal itu protes karena aparat Indonesia menangkap kapal mereka di perairan Malaysia, atau wilayah yang masih sengketa di Selat Malaka.
"Seharusnya aparat Indonesia tinggal memberi peringatan supaya kapal kami pergi dari area itu, dan itu sudah cukup. Yang ada mereka melakukan itu tanpa peringatan dan langsung membawa kapal kami ke perairan Indonesia," kata Sekretaris Jenderal KLSCAH, Tan Soon Lim.
Lim menyatakan aparat Indonesia tetap tidak terima meski mereka kerap memperlihatkan data dari alat pelacak bahwa kapal mereka masih berada di perairan Malaysia. Sedangkan ketika mereka melaut di Selat Malaka kerap bermasalah karena batas perairan Negeri Jiran dan Indonesia tumpang tindih.
Presiden Asosiasi Pemborong Ikan Hoi Seong Kuala Lumpur, Sing Kian Hock, menyatakan penyitaan kapal-kapal nelayan itu berdampak pada semakin mahalnya harga ikan. Saat ini harga ikan dan hewan laut lain naik sekitar 21 persen, sebab dia harus mengimpor untuk memenuhi permintaan.
"Kami berharap para nelayan diberi kemudahan supaya kami bisa memangkas harga," ujar Sing. (ayp)
from CNN Indonesia https://ift.tt/30SdNfL
via IFTTT
No comments:
Post a Comment