
Seorang pejabat di Direktorat Aparat India (ED) mengatakan bahwa pihaknya akan melontarkan desakan itu dalam waktu dekat.
"Kami dipersenjatai dengan perintah penangkapan yang tak terbantahkan dan berdasarkan hukum, red notice merupakan langkah kami selanjutnya," ujar pejabat tersebut kepada Hindustan Times, sebagaimana dikutip Free Malaysia Today.
Namun, Zakir ogah pulang karena khawatir tidak akan diperlakukan adil di pemerintahan India. Ia pun kabur dari India dan mendapatkan perlindungan di Malaysia.
Status Zakir di Malaysia terancam setelah sejumlah menteri mendesak Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk mencabut predikat penduduk tetap sang dai karena ucapan bernada rasial yang dilontarkan.
Kisruh ini bermula ketika Zakir menyebut umat Hindu sebagai minoritas di Malaysia memiliki "hak seratus kali lipat" ketimbang Muslim yang juga merupakan minoritas di India.
Masalah ras dan agama sendiri merupakan isu sensitif di Malaysia, di mana Muslim menjadi mayoritas dengan porsi 60 persen dari total 32 juta warga.
Akibat pernyataan ini, Zakir diperiksa kepolisian hingga dua kali. Ia pun dilarang memberikan ceramah di seluruh pelosok Malaysia.
Namun, Mahathir mengatakan bahwa Zakir tak dapat dikembalikan ke India karena ada ketakutan ia bakal dibunuh di sana. (has)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2zfOMQc
via IFTTT
No comments:
Post a Comment