
Melalui sebuah pernyataan, militer Israel melaporkan pihaknya "menyerang" sejumlah sasaran militer di fasilitas angkatan laut Hamas di utara Gaza.
Serangan ini merupakan balasan bagi Hamas yang dilaporkan menembakkan dua roket ke wilayah Israel pada Rabu malam. Tel Aviv menyatakan insiden itu tidak menyebabkan kerusakan atau korban.
Sumber itu mengatakan jet Israel juga menargetkan "tiga lokasi di Jalur Gaza tengah dan di Khan Yunis" yang terletak di selatan wilayah itu.
Dikutip AFP, sumber itu mengatakan tidak ada korban akibat bombardir Israel tersebut.
Serangan roket Hamas ke Israel kemarin merupakan yang keenam kalinya terjadi dalam sepekan terakhir. Serangkaian insiden mematikan juga terjadi di perbatasan Gaza sejak awal bulan ini.
Kamis pekan lalu, seorang warga Palestina ditembak mati setelah mengarahkan sejumlah tembakan ke tentara Israel di perbatasan.
Sehari sebelumnya, tentara Israel menembak mati empat warga Palestina yang bersenjata lengkap setelah salah satu di antara mereka melintasi perbatasan dan melempar granat ke arah aparat.
Pada 1 Agustus lalu, warga Palestina menerobos Israel dari Gaza dan melontarkan serangkaian tembakan.
Pria itu disebut melakukan aksinya demi membalas kematian saudaranya oleh aparat Israel. Pria Palestina dan tiga tentara Israel tewas dalam insiden itu.
[Gambas:Video CNN]
Bentrokan dan insiden mematikan seperti ini semakin sering terjadi sejak protes besar-besaran berlangsung di Gaza pada Maret 2018 lalu.
Protes itu berlangsung demi menuntut hak warga Palestina untuk kembali ke tanah mereka yang diduduki Israel.
Sebanyak 305 warga Palestina tewas di tangan aparat Israel sejak Maret 2018 lalu. Kematian itu sebagian besar terjadi selama bentrok antara pedemo dan tentara Israel saat unjuk rasa berlangsung.
Sementara itu, tujuh warga Israel tewas dalam periode yang sama. (rds/has)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2TStgu2
via IFTTT
No comments:
Post a Comment