
"Kami berhasil menahan seorang pemberontak yang diduga pernah mengemudikan truk itu ke wilayah Donetsk. Sekarang dia akan dihukum di sini," kata perwakilan Badan Intelijen Ukraina (SBU), Vitaly Mayakov, seperti dilansir Reuters, Kamis (18/7).
Menurut Mayakov, dari hasil penyelidikan ada lebih dari 150 orang yang terlibat dalam pengiriman rudal itu. Dia menyatakan seluruhnya telah terlibat.
Rudal Buk yang digunakan untuk menembak penerbangan MH17 diduga adalah milik Brigade Rudal Antipesawat Rusia ke-53 yang bermarkas di Kursk. Namun, Rusia selalu membantah hal itu.
Pesawat nahas itu ditembak jatuh ketika dalam perjalanan dari Amsterdam, Belanda, menuju Kuala Lumpur, Malaysia pada Juli 2014.
Saat itu pilot memutuskan keluar dari jalur penerbangan untuk menghindari cuaca buruk, tetapi justru melintasi wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak pro Rusia.
Menurut hasil penyelidikan, Girkin adalah mantan perwira militer yang ditugaskan di Badan Intelijen Rusia (FSB). Sedangkan Dubinskiy adalah bekas agen Badan Intelijen Tempur Angkatan Bersenjata Rusia (GRU). Kemudian Pulatov adalah mantan anggota pasukan khusus Rusia, Spetsnaz-GRU.
Sedangkan latar belakang Kharchenko tidak diketahui, tetapi diduga dia memimpin unit kelompok pemberontak di Donetsk pada Juli 2014.
Keempat orang itu tidak disangka terlibat langsung dalam menembakkan rudal kepada MH17, tetapi mereka diduga kuat sengaja mengirim rudal Buk untuk tujuan menembak pesawat yang dianggap mencurigakan.
Persidangan terhadap keempat orang itu akan dimulai pada 9 Maret 2020 di Kompleks Pengadilan Schiphol, Belanda. Proses peradilan akan tetap dilakukan walaupun para tersangka tidak hadir (in absentia). (ayp)
from CNN Indonesia https://ift.tt/32BafjG
via IFTTT
No comments:
Post a Comment