
Sejumlah pemimpin Partai Republik di Dewan Perwakilan juga telah membahas risiko perubahan narasi kampanye ini bersama Wakil Presiden AS, Mike Pence.
"Kami tidak boleh dipandang terkait dengan hal seperti (pernyataan rasial) ini. Ini tidak perlu menjadi slogan kampanye kami," ucap seorang anggota Dewan Perwakilan AS dari Partai Republik, Mark Walker, pada Kamis (18/7).
Kekhawatiran itu muncul setelah Trump kembali menyerang empat perempuan anggota Kongres dari Partai Demokrat yang progresif tersebut, salah satunya mantan pengungsi dari Somalia yang sudah menjadi warga AS, Ilhan Omar.
"Biarkan mereka (Omar Cs) pergi. Mereka selalu mendikte kita bagaimana untuk melakukan ini, itu. Jika mereka tidak suka, beritahu mereka untuk pergi dari sini (AS)," kata Trump di hadapan ribuan pendukungnya.
Para pendukung Trump pun mendukung pernyataannya itu dengan mengatakan "Pulangkan mereka!"
Walker dan sejumlah politikus Republik mengecam sorakan para pendukung Trump dalam kampanye tersebut. Senator Republik, Mitt Romney, juga sangat menyayangkan sorakan para pendukung Trump tersebut.
Sementara itu, mantan politikus Republik yang kini menjadi independen, Justin Amash, menganggap slogan yang dilontarkan para pendukung Trump dalam kampanye tersebut "buruk dan berbahaya."
Kisruh pernyataan rasial Trump bermula ketika sang presiden lagi-lagi mengeluarkan komentar bernada senofobia yang menjadi kontroversi di akun Twitternya.
Meski tidak menyebut nama, sang presiden dianggap menyiratkan bahwa anggota-anggota Kongres kulit berwarna tersebut bukan warga asli AS dan meminta mereka pergi.
Sejumlah anggota Kongres yang merasa tersinggung atas kicauan Trump itu adalah anggota Dewan Perwakilan fraksi Demokrat dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez, llhan Omar dari Minnesota, Ayanna Pressley dari Massachusetts, dan Rashida Tlaib dari Michigan.
Sejak itu, keempat perempuan yang terkenal dengan sebutan The Squad itu terus beradu mulut dengan sang presiden. (rds/ayp)
from CNN Indonesia https://ift.tt/30GITag
via IFTTT
No comments:
Post a Comment