
JCS semula menuturkan dua rudal itu diluncurkan tepat setelah fajar dari Wonsan, pantai timur Korut, dan terbang sejauh lebih dari 430 kilometer sebelum jatuh ke laut.
Tak lama, JCS kembali mengeluarkan pernyataan terpisah yang menyebut bahwa rudal kedua Korut itu terbang 690 kilometer.
Mengutip analisis otoritas intelijen Korsel dan AS, JCS mengatakan peluru kendali itu juga merupakan tipe baru yang belum pernah terliihat sebelumnya.
Dilansir AFP, ini merupakan uji coba rudal Korut pertama sejak pertemuan terakhir Presiden Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un di zona demiliterisasi (DMZ), perbatasan kedua Korea, pada akhir Juni lalu.
Dalam pertemuan dadakan itu, Trump dan Kim Jong-un sepakat melanjutkan pembicaraan denuklirisasi setelah sempat mandek pasca pertemuan keduanya di Hanoi, Vietnam, Februari lalu.
Sejumlah pengamat menuturkan uji coba misil ini dilakukan Korut sebagai bentuk protes Pyongyang terhadap latihan militer bersama AS-Korsel yang akan berlangsung bulan depan.
Pada Mei lalu, Korut juga melakukan uji coba rudal jarak pendek. Namun, Trump menganggap uji coba itu sebagai sesuatu yang standar dan tidak akan berdampak pada relasi AS-Korut, terutama dialog denuklirisasi kedua negara. (rds/dea)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2YbfH9G
via IFTTT
No comments:
Post a Comment