
AFP melaporkan bahwa belasan peti kayu berisi tulang tersebut awalnya disebut hanya membawa obat dan bahan pembuat perhiasan. Namun, pemeriksaan pihak bandara menunjukkan hasil yang berbeda.
"Ketika barang yang akan dikirim diperiksa, ditemukan 12 kotak berisi tulang-tulang singa yang dibungkus kertas aluminium dan memiliki berat 324 kilogram," demikian pernyataan Kementerian Lingkungan Afsel pada Kamis (3/10).
Jubir Kementerian Lingkungan Afsel, Albi Modise, mengatakan bahwa pemerintah memperbolehkan ekspor tulang singa yang dibesarkan di penangkaran. Namun, izin khusus diperlukan ketika melakukan pengiriman.
Afrika Selatan merupakan rumah bagi lebih dari 11 ribu singa, di mana 3.000 di antaranya tinggal di dalam taman nasional yang tidak mengizinkan perburuan singa.
Namun, penjualan tulang singa terhambat karena maskapai Singapore Airlines dari Afrika Selatan ke Asia menghentikan ekspor tersebut pada September tahun lalu. (fls/has)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2Im5gv4
via IFTTT
No comments:
Post a Comment