
"China mendesak AS untuk membiarkan rakyat Venezuela menentukan masa depan mereka sendiri dan segera menghentikan tindakan perundungan menekan negara-negara lain di setiap kesempatan," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, Jumat (8/8).
Huan menyampaikan pernyataan ini setelah Penasihat Keamanan Nasional Presiden Donald Trump, John Bolton, menuntut China dan Rusia untuk berhenti mendukung dan berhubungan bisnis dengan rezim Maduro.
Puluhan negara itu berkumpul untuk mendiskusikan cara mengeluarkan Venezuela dari krisis berkepanjangan.
Dalam rapat, Bolton mengatakan bahwa dukungan China dan Rusia bagi Maduro "tidak bisa ditoleransi."
"Pernyataan Bolton adalah bentuk campur tangan sembrono dalam urusan internal Venezuela," kata Hua seperti dikutip AFP.
China dan Rusia memang dua dari sejumlah negara yang masih mendukung kepemimpinan Maduro di Venezuela.
Beijing, yang memiliki hubungan dekat dengan Maduro, telah berulang kali memperingatkan Washington untuk tidak mencampuri urusan domestik Venezuela.
Sementara itu, AS menjadi negara pertama yang mengakui kepemimpinan Guaido di Venezuela. Langkah itu disusul hampir 50 negara lainnya.
Para negara pendukung Guaido menganggap kepemimpinan Maduro tidak sah karena berdasarkan pemilu yang penuh dengan kecurangan. (rds/has)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2OFVZTR
via IFTTT
No comments:
Post a Comment