
"Kami terus menyelidiki bagaimana mereka (para milisi) berpindah lokasi dan mendapatkan bahan peledak. Sejumlah ledakan itu memang terkait kelompok pemberontak di selatan," kata Wakil Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwan.
Saat itu Thailand tengah menjadi tuan rumah Konferensi Menteri Luar Negeri Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN).
Sementara itu, aparat keamanan Thailand juga kembali menemukan bom yang gagal meledak di Bangkok. Bom itu ditemukan di Pasar Prathunam di pusat kota.
"Bom itu berhasil dipicu, tetapi gagal meledak karena kurang oksigen untuk melepaskan daya karena diletakkan di bawah tumpukan baju," kata seorang anggota kepolisian setempat yang enggan ditulis namanya.
Hingga saat ini polisi menangkap 10 orang yang diduga terlibat dalam insiden ledakan bom itu. Sebanyak tujuh di antaranya adalah pelajar sekolah teknik menengah.
Sedangkan dua tersangka lainnya, Lu-ai Sae-nage dan Wildon Maha, ditangkap polisi karena dituduh menjadi pelaku ancaman bom palsu pada Jumat pekan lalu. Keduanya bermukim di Provinsi Narathiwat yang menjadi salah satu basis pemberontak.
Provinsi Narathiwat yang berpenduduk mayoritas etnis Melayu dan Muslim sudah bergolak lebih dari satu dasawarsa. Dalam pemberontakan itu dilaporkan sudah lebih dari 7,000 orang meninggal, baik dari pihak pemeluk Buddha dan Muslim.
Diduga insiden rentetan ledakan itu disebabkan karena seorang tokoh masyarakat setempat, Abdulloh Esormusor (34), koma setelah ditahan dan diinterogasi aparat. Menurut laporan lembaga pemantau hak asasi manusia setempat, ada dugaan dia disiksa ketika diperiksa aparat. (ayp/ayp)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2TbULi0
via IFTTT
No comments:
Post a Comment