
Kim Jong-un pun turut memuji tingkat partisipasi warganya dalam pemilu tahun ini. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh persatuan untuk terus menjunjung paham sosialisme.
"Dia (Kim) dengan ramah mendorong mereka (Jud dan Jong) untuk menjadi pelayan rakyat yang setia dengan memenuhi tugas mereka ... serta sadar menjadi wakil rakyat," demikian pernyataan KCNA.
Meski menggelar pemilihan umum, kenyataannya persaingan politik di antara para kandidat tak pernah terjadi di Korut. Kegiatan itu juga dianggap sebagai ritual politik di mana pihak berwenang berhak mengklaim mandat dari rakyat sambil memperkuat loyalitas mereka kepada rezim Kim Jong-un.
Negara terisolasi di dunia itu secara rutin menggelar pemilu saban empat tahun sekali guna memilih perwakilan rakyat di tingkat provinsi, kota dan kabupaten. Biasanya, 99 persen pemilih di negara partai tunggal itu berpartisipasi dalam jajak pendapat dan hampir semua yang berpartisipasi itu akan memberikan suara "ya" bagi kandidat satu-satunya.
Kim Jong-un sempat mencalonkan diri pada 2014 lalu sebagai Majelis Rakyat Tertinggi dan berhasil memperoleh 100 persen suara dari rakyatnya. (ajw/ayp)
from CNN Indonesia https://ift.tt/2JV23lZ
via IFTTT
No comments:
Post a Comment